KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » 10 HARI MENUJU MENANG

10 HARI MENUJU MENANG

7 April 2019 atau kita sebut saja 074 bukanlah sebuah kampanye biasa. Ia adalah hari terpilih. 10 hari menjelang hari penentuan. Bagi kita, yang bersimpati atau yang besok akan datang, hari itu adalah hari untuk meneruskan perjalanan setelah 411 atau 212.

Saya hanya ingin mengingatkan kembali, hari-hari ketika sejarah membangunkan kita dari kelemahan, dari perasaan tidak berdaya atau dari kebimbangan menuju kemantapan hati. Maka, 074 bukanlah hari biasa, atau kampanye seperti biasa. Hari itu adalah hari pemantapan.

074 adalah hari untuk mengingat bahwa masih ada anasir-anasir yang jahil dengan sejarah bangsa, masa bodoh dengan ideologi negara dan bahkan beringas ingin mengklaim kebenaran atas sesuatu yang sudah final. Bongkar pasang pikiran dan ideologi menuju disorientasi massal.

Ini terjadi karena kita sedang dipimpin oleh kedunguan, masa bodoh dan Kepalsuan sehingga aura negara penuh dengan kepura-puraan, topeng dan pencitraan. Sementara apa yang sejati dan telah selesai diletakkan sebagai dasar ingin coba-coba dijungkir-balikkan. Sungguh sia-sia.

074 kita rayakan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kekacauan 5 tahun yang telah menyita waktu kita untuk kesia-siaan; fitnah, perpecahan, adu domba dan perseteruan tanpa dasar. Inilah waktu untuk mengatakan: CUKUPLAH, CUKUP SEKALI SAJA!

Ummat Islam paling lelah oleh urusan rumah tangga yang kena fitnah yang mencoreng nama dan reputasinya. Bangsa terbebani oleh citra memelihara sumber penyakit dan masalah. Ummat dan bangsa hampir saja pecah-belah. Untung kita punya hikmah dan kebijaksanaan kolektif.

Pada 074 kita mengamanahkan kepada Prabowo dan Sandiuno untuk mengakhiri semua penyakit yang dibuat-buat dan berasal dari adu domba para pengkhianat. Kita titipkan sebuah bangsa yang berhenti memusuhi diri sendiri. Kalau mau perang cari musuh dari luar.

Tetapi aneh, rezim ini punya pendapat, “bahwa 20 tahun ke depan tak ada lagi perang”. Sambil saban hari menuduh bangsa sendiri sebagai ancaman utama negara dan ideologi. Aneh, konyol dan menyedihkan. Inilah yang harus kita akhiri. Kita ucapkan selamat tinggal.

Mungkin, pada momen 074 juga perlu ada ucapan terima kasih karena rezim ini dan seluruh kaki tangannya telah membangunkan satu kesadaran yang penting; bahwa persatuan memerlukan pemimpin berjiwa besar. Itulah yang kita titipkan pada Prabowo dan Sandiuno.

Maka, mari kita ramaikan 074 besok “10 Hari Menuju Menang” dengan “Kepung Ibukota” dan “Putihkan Jakarta” dengan “Putihkan GBK” semoga soal kita dan para tokoh serta ulama yang hadir memantapkan jiwa kita menuju Indonesia Menang. Amin.

Twitter @Fahrihamzah 6/4/2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top