KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » AGAR STANDAR KERJA NEGARA MAKIN TINGGI, MAKA KRITIKLAH!!

AGAR STANDAR KERJA NEGARA MAKIN TINGGI, MAKA KRITIKLAH!!

Kemarin pimpinan Lembaga Negara diundang berbuka puasa di Istana. Ada wartawan tanya saya, “Kok bapak datang kan sering kritik?” Saya jawab singkat, “Istana itu bukan kantor pribadi tapi itu kantor Kepala Negara”. Jadi bayangkanlah betapa sulit memahami relasi-relasi ini.

Ada yang menganggap bahwa kritik keras adalah tindakan permusuhan. Bahkan ada yang mau mengkonversi kebebasan menilai pemerintah sebagai tindakan pidana. Padahal kritik dalam demokrasi itu dilembagakan sebagai cara pengatur arus pikiran di ruang publik. Ini tantangan kita.

Kita harus naik kelas soal teori-teori dasar berdemokrasi sebelum kita mendapatkan manfaat darinya. Kita perlu terus bersuara agar kehidupan kita jangan salah arah, semisal ingin menyeleksi pikiran yang boleh dikatakan dan tidak. Bahkan ada yang ingin kriminalisasi media yang memuatnya.

Demokrasi itu sukses karena kebebasan rakyat mengakibatkan lahirnya kecerdasan publik untuk berkarya dan juga menilai karya pemerintahan. Lalu standar kerja negara menjadi tinggi. Itulah yang melahirkan negara berkelas dan memiliki kualitas kerja yang tinggi.

Saya juga ditanya wartawan seharian kemarin, soal keinginan pemerintah menyeleksi pikiran tokoh dan mengkriminalisasi media yang memfasilitasi pandangan yang dianggap salah oleh negara. Jawaban saya sederhana, “Jangan mundur ke belakang, kita harus maju dengan gagah berani”.

Rezim sensor sudah kita tumbangkan, jangan dihidupkan kembali. Negara harus menyesuaikan diri dengan kebebasan rakyat. Pemerintah harus lebih canggih mengelola demokrasi kita, pakai ilmu jangan pakai kekuasaan. Ilmu lahirkan peradaban, kekuasaan lahirkan pemberontakan.

Mari kita terus belajar memahami cara kerja negara demokrasi. Jangan panik, jangan kehabisan akal. Harus dewasa dan matang. Puasa ini lahirkan kedewasaan. Ketakwaan itu adalah kepribadian yang matang. Ayo, jangan mundur ke belakang. Maju terus Indonesiaku!

Twitter @Fahrihamzah 7/5/2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top