KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » ANTARA KOMUNISME DAN KHILAFAH

ANTARA KOMUNISME DAN KHILAFAH

Setahu saya, dalam sejarah Indonesia, kata “PKI” dan “Komunis” tidak pernah dilarang.
Padahal PKI pernah mendalangi tragedi kebangsaan berkali-kali dan diinspirasi oleh komunisme sebagai ideologi.
PKI itu nyata, ada dan pernah berkuasa dan menentukan arah bangsa.

Mungkin sekarang kubu sekuler radikal di negeri ini sudah tidak takut dengan bangkitnya PKI atau dianutnya kembali paham komunis dalam politik.
Tapi, di dunia ini komunisme itu ada di mana-mana bahkan di negara-negara demokrasi besar masih ada partai komunis.
Ada negara komunis sukses.

Saya pribadi, meski PKI dan komunisme telah dilarang, tidak ada kekhawatiran apapun.
Karena itu ada kerinduan saya untuk bertemu dengan para pendukung komunisme dan bila perlu pendukung PKI di Indonesia.
Saya akan membela Pancasila berhadapan dengan ideologi radikal ini.

Begitulah seharusnya, negara memfasilitasi kebebasan untuk berdebat dan mendewasakan ruang publik.
Ruang publik harus diisi oleh pikiran dan cinta.
Jangan diisi oleh doktrin dan kekuasaan karena bikin mual dan muak.
Negara jangan main belakang seperti kelakuan yang berkembang.

Kalau betul negara ingin menghilangkan sejarah “khilafah” dan “jihad” dalam kurikulum nasional maka sebentar lagi kita akan bertengkar oleh penggunaan kekuasaan lewat belakang terhadap kurikulum nasional. Pemerintah ini bisa dituduh pembuat onar dan kekacauan.

Semoga itu tidak benar dan Kementerian Agama segera membuat klarifikasi.
Kementerian Agama sebaiknya mengembangkan narasi persatuan dan rekonsiliasi.
Agama adalah pembawa pesan perdamaian dan cinta Ilahi kepada manusia.
Itulah yang harus tercermin dalam negara.
Sehari-hari kita.
Sekian.

Twitter @Fahrihamzah 8/12/2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top