KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » BAPAK PRESIDEN, INGAT SKANDAL BANK CENTURY

BAPAK PRESIDEN, INGAT SKANDAL BANK CENTURY

Kita sebagai warga negara yang baik, memberi nasehat kepada Presiden Jokowi dan kabinetnya bahwa suatu hari kesalahan hari ini akan dipersoalkan. Dan sudah sering kita lihat akhir dari kebijakan yg salah di masa lalu. Terbongkar di masa depan.

Ini saran saja. Terserah mau terima atau tidak. Saya ingatkan “Skandal Bank Century” di masa lalu. Pada saat keputusan terburu-terburu diambil, ada saja pihak lain yang memanfaatkan situasi. Niat “MENGUASAI 51% “ terasa sangat mulia. Tapi mulia untuk siapa?

Dalam Skandal Bank Century yang terjadi 10 tahun lalu menyisakan berita ini (lihat gambar 1):

Sampai sekarang KPK RI belum melaksanakan perintah pengadilan ini. Tapi ini sandera bagi mantan wapres kita.

Saya anggota pansus Skandal Bank Century dan tahu betul modus orang-modus yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dalam kasus Inalum Freeport pasti ada. Dan kasat mata. Karena kita tahu ini bukan transaksi biasa. Ini mega transaksi. Bisa jadi skandal raksasa.

Dari banyak argumen yang sudah disampaikan orang sederhana saja. Kata para ekonom, “Ini kan barang sendiri, kok pakai dibeli? Mahal lagi”. Belum lagi problem hukum dalam banyak UU yang dapat membuatnya jadi bahan sengketa.

Saya ingatkan status keuangan BUMN dalam konsep keuangan negara di Indonesia. Masih penuh interpretasi yang dilematis. Tidak gampang bagi Inalum disulap dan meminjam uang begitu besar tanpa jaminan negara. Maka ia bukan entitas bisnis murni.

BUMN kecil Inalum ini dapat uang dari mana? Hutang besar ini dijamin siapa? Saham per 51% bernilai 56 Trilyun kata siapa? Padahal masa operasional tinggal 3 tahun. 3 tahun lagi nilainya 0%+Rongsokan sekarang 100% bernilai lebih 100T? Ini transaksi diatur siapa?

Itu saja peringatan, kita belum persoalan tapi resiku yang diambil Presiden Jokowi akan ditanggung pemerintahan yang akan datang. Ingat sekali lagi Skandal Bank Century padahal yang menang adalah petahana, toh pansus terbentuk dan skandal terbuka.

Itu saja peringatan, kita belum tahu detil persoalan tapi resiko yang diambil Presiden Jokowi akan ditanggung pemerintahan yang akan datang. Ingat sekali lagi Skandal Bank Century padahal yang menang adalah petahana toh pansus terbentuk dan skandal terbuka.

Drama “merebut kedaulatan dari tangan asing” ini luar biasa membuat kita lupa bahwa skandal mengintip ketidakcermatan. Sehingga lebih baik ngutang membeli milik sendiri daripada menunggu ambil hak sendiri.

Sekali lagi 2021 Freeport selesai ijin-nya dan tidak perlu ada negosiasi. Kalau mau negosiasi ulang minta 50% gratis. Sekarang, setelah kita bayar pakai utang Freeport berlanjut 20 tahun lagi. Betul kata ekonom itu, “Namanya goblok!”. Maafkan.

Pelajaran berharga dari 2 kasus tambang Newmont dan Freeport adalah: Orang gak punya uang, maksa ingin nampak jadi jagoan, ujungnya jadi ngutang dan ditipu masuk lubang. Harusnya masuk bui lalu cari cantolan kesana kemari.

Twitter @Fahrihamzah 22/12/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top