KULTWIT
You are here: Home » Kultwit

Category Archives: Kultwit

Feed Subscription

NOBLESSE OBLIGE

Saya mendengar Sebuah Pidato berjudul “Noblesse Oblige” tadi sore, Sabtu 23/3/2019, sekitar pukul 14:30 saya mendengarnya langsung. Ini bukan pidato politik seorang politisi, atau pidato seorang jenderal, tapi sebuah pidato Ulang Tahun ke-100 ibu Sukartini S. Djoyohadikusumo. Ya, ibu Tien (demikian beliau dipanggil) sedang berulang tahun ke-100. Beliau sebetulnya lahir 19 Maret 1919. Tapi tuan rumah, “Keponakanku yang berani” (My ... Read More »

BIROKRASI BERSIH DAN KOTOR DARI ATAS

Meski kita hidup dalam demokrasi setelah amandemen ke-4 UUD 1945 kita tuntaskan, tapi apa yang dilakukan oleh petahana tetap kita sebut sebagai “mempertahankan kekuasaan” dan apa yang dilakukan penantang kita sebut sebagai “merebut kekuasaan”. Keduanya harus dilakukan dengan etika. Dalam demokrasi, semua tindakan kita tidak saja harus berdasarkan hukum, tetapi juga harus berdasarkan etika. Petahana harus mempertahankan kekuasaannya secara etis ... Read More »

PUISI PENGEPUNGAN TOTAL BUAT PRABOWO SANDI

Jenderal Prabowo, Brother Sandiuno… Kita berada di ujung hari-hari yang berbeda… di antara hari-hari yang mulia bangsa INDONESIA.. hari paling menentukan bagi perjalanan anak bangsa… setidaknya.. 5 tahun ke depan.. tentang apa yang kita ukir dan menjadi harapan… Perjalanan 5 tahun ini cukup meletihkan, perjalanan tanpa arah dan tujuan, perjalanan tanpa narasi dan gambar besar, bangsa seperti tersesat dalam kelemahan ... Read More »

KEPADA APARAT: JADILAH WASIT YANG ADIL, JANGAN IKUTAN BERTANDING

Meski kita hidup dalam demokrasi setelah amandemen ke-4 UUD 1945 kita tuntaskan, tapi apa yang dilakukan oleh petahana tetap kita sebut sebagai “mempertahankan kekuasaan” dan apa yang dilakukan penantang kita sebut sebagai “merebut kekuasaan”. Keduanya harus dilakukan dengan etika. Dalam demokrasi, semua tindakan kita tidak saja harus berdasarkan hukum, tetapi juga harus berdasarkan etika. Petahana harus mempertahankan kekuasaannya secara etis ... Read More »

CUKUP SATU KARTU!!

Izin melanjutkan isu kesejahteraan untuk menanggapi debat cawapres tadi malam. Karena ini adalah isu keseharian saya sebagai wakil ketua DPR yang mengawasi koordinasi bidang kesejahteraan rakyat. Ini terkait “Kartu Tak Sakti” pasangan 01 Vs “Kartu Pamungkas EKTP” pasangan 02. Kalo kita cermati debat tadi malam, inti dari yang disampaikan Kyai Ma’ruf meneruskan program Jokowi –JK, lalu secara normatif berkomitmen melakukan ... Read More »

KARTU PAMUNGKAS SANDIAGA UNO

Jurus pamungkas Sandiaga Uno berupa kartu EKTP itu adalah tepat. Memang kegagalan petahana adalah gagal selesaikan konsep SIN (Single Identity Number) yang telah kita mulai sejak UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan. Diperbaharui tahun 2013. Dengan Kartu Pamungkas EKTP maka seluruh hak dan keperluan rakyat tercakup dalam sebuah kartu yang telah dirancang secara elektronik, berlaku secara nasional dan menjadi jaminan ... Read More »

WAPRES DIPILIH UNTUK BEKERJA

Pada Debat Cawapres 2019 yaitu debat ke-3 ada bisik-bisik tentang jarak antara kedua kandidat. Ada gambar bagus dibuat oleh Detikcom yang bagus saya tayangkan kembali. Tapi, ada baiknya kita tetap rasional. Soal posisi wakil presiden dalam struktur negara kita. Orang-orang menilai jarak kedua Cawapres 2019: umur, pendidikan, lifestyle, latar budaya, dll. Sandi adalah anak muda, Maruf orang tua. Sandi kaya ... Read More »

Fighting Islamophobia

In Indonesia it feels that we have no narrative strategy against Islamophobia. That is what makes us more visible in following the racial narrative than having contradictory answers and narratives. At least most Indonesian leaders are confused. Islamophobia is an industry whose trademark has been built for centuries so that it has a strong foundation of thinking and marketing strategies. ... Read More »

MELAWAN NARASI ISLAMOPHOBIA

Sejak kemarin, kita membersamai luka yang dalam saudara-saudara kita Muslim New Zealand yang mengalami pembantaian secara kejam. Ideologi Islamophobia berbahaya bagi masa depan ummat manusia. Mari kita hentikan kebencian kepada sesama agar tiada korban selanjutnya. Tak akan ada tetesan darah yang sia-sia. Semoga seluruh korban pembantaian di Masjid New Zealand menjadi syuhada fisabilillah. Dan setiap tetes darah melahirkan kesadaran bahwa ... Read More »

JANGAN DORONG RAKYAT

Kalau mau tau beda antara Prabowo dengan petahana, lihat kejadian di Cianjur itu. Sang jenderal takkan membiarkan ada kezaliman di depan matanya. Dia ambil tindakan. Tapi tindakannya itu dipotret sebagai kejahatan. Ia difitnah karena sikapnya. Mereka ciptakan phobia. Itulah Prabowo yang saya kenal sejak saya kuliah. Itulah yang membuatnya berbeda dengan elit ORBA yang pekerjaannya menjilat pantat pak Harto. Dia ... Read More »

Scroll To Top