KULTWIT
nomortogel.xyz aplikasitogel.xyz hasiltogel.xyz paitogel.xyz
You are here: Home » Kultwit (page 2)

Category Archives: Kultwit

Feed Subscription

LEBIH BAIK ISTANA DIBLOKIR

Cara negara menyelesaikan masalah adalah dengan mengajak rakyat menghadapinya.. bukan melarang rakyat menghadapinya… dengan pengalihan isu atau memblokir hak rakyat untuk berkomunikasi… seperti yang dilakukan istana sekarang… Gejolak dan dinamika rakyat adalah pertanda bahwa kehendak hidup bersama masih kuat.. seperti cemburu dalam rumah tangga, semua adalah gelora cinta yang harus didialog-kan agar cinta kita bertambah dan agar hidup tidak membosankan… ... Read More »

SEKALI Lagi: Tentang FEODALISME

Kalau tidak percaya, saya saksi feodalisme… disingkirkan karena pimpinan kalah berargumen… lalu orang-orang datang menjilat pimpinan dengan mencari pembenaran bahwa, “orang ini layak disingkirkan dengan segala cara karena tidak sopan pada pimpinan”. Budaya kita masih kental dengan feodalisme bahkan ketika agama membawa pembebasan, para tokoh agama justru membentengi diri dengan “kesucian” agar terus berjarak dengan kejujuran. Pimpinan dan yang dipertua ... Read More »

BERI KESEMPATAN ENZO ALLIE

Dalam perjalanan kembali, meninggalkan Tanah Suci, di Jeddah saya terus terpikir tentang Enzo Zenz Allie yang saya tidak kenal. Tetapi karena saya pernah menjadi Panja UU Imigrasi yang senapas dengan UU Kewarganegaraan, saya ingin sedikit memberi catatan. Saya tidak kenal Enzo Zenz Allie tapi saya kenal Clovis. Mereka sama-sama berdarah campuran Indonesia (Ibu) dan Perancis (Bapak). Saya mengenal baik Ibu ... Read More »

MIMPI BESAR SUKARNO TENTANG IBUKOTA

Bangun rumah korban bencana belum selesai.. mau bangun ibukota 500T… Ada batas kesabaran menerima akibat dari kesembronoan negara… batas itu samar dan tidak dapat diterka kapan datangnya… inilah kewaspadaan yang harus ada pada para penguasa. Orang yang paling bertanggungjawab kalau ibukota pindah, bukan Jokowi tapi Anies Baswedan karena tidak bisa menjelaskan kepada publik bahwa Daerah Khusus Ibukota Jakarta peninggalan Bung ... Read More »

SETELAH SETAHUN GEMPA NTB

Ijinkan saya malam ini, menulis kecil tentang 1 Tahun Gempa NTB yang baru saja berlalu. Maaf saya baru bisa tulis 2 hari setelahnya. Kami Timwas Bencana DPR juga sedang menyiapkan laporan akhir. Sebagai pertanggungjawaban publik. Kita tau, 2 hari lalu tepat 1 tahun yang lalu, 29 Juli 2018, gempa Obel-Obel mengawali rangkaian gempa di NTB. 230-an ribu rumah dilaporkan mengalami ... Read More »

AKHIR SEBUAH PERJUMPAAN ADALAH AWAL SEBUAH PERJALANAN BARU

Niat saya hanya agar kezaliman yang bersembunyi dapat kita baca dan menjadi tanda baca kita pada kekuasaan Tagihan kepada pimpinan PKS sejumlah Rp. 30 M itu adalah hukuman akibat keputusan pengadilan berjenjang dari PN sd MA… sejak pemecatan saya yang direkayasa sejak pimpinan baru naik tahun 2015. Pimpinan-pimpinan itu digugat melakukan Perbuatan Melawan Hukum dan terbukti. Jangan juga dilupakan bahwa ... Read More »

MEMBANGUN ARGUMEN DI DEPAN KEKUASAAN

Ada yang tidak mau susah payah membangun argumen… mereka lebih suka membonceng kekuasaan… dan membangun pengaruh dengan kekuasaan di belakang layar… karena kekuasaan itu meski di tangan orang dungu dia tetap lebih berpengaruh dari pikiran raksasa para filusuf… Maka bagi oposisi… bangunlah mazhab berpikir yang serius… meski sulit karena pekerjaan itu selain sepi sumberdaya tapi juga dimusuhi.. tetap harus kita ... Read More »

MERESPON “VISI INDONESIA”. TOLONG DITANGGAPI KEMBALI JURU BICARA PAK JOKOWI

Setelah pidato pak Jokowi saya berharap akan banyak juru bicara yang menjelaskan apa makna pidato itu… ayolah yang pinter-pinter muncul… sebab banyak juga yang gak paham… saya misalnya gak paham tentang “hilangnya” konsep negara hukum dalam pidato itu. Saya agak khawatir..! Ayolah kaum liberal yang sekuler yang selama ini membela Jokowi, jadilah jubir yang baik. Bangun narasi yang bisa kita ... Read More »

IJINKAN AKU TERUS MENYALAKAN API

Inilah jalan sepi para petarung… menyusuri pinggir pesta kemenangan dan menanggung duka lara kekalahan… pahit tapi apa kita punya pilihan? Tidak ada cara untuk menjaga kehormatan kecuali dengan kepala tegak menerima kekalahan… mengapa kau ikut dalam pesta kemenangan? Pernahkah kau dikhianati? Pernahkah kau ditikam dari belakang? Aku pernah… Aku pernah bertarung dan dalam sengit perang aku disuruh berbalik ke belakang…. ... Read More »

KAN KUHAPUS AIR MATAMU

Aku menulis puisi untukmu…. Karena kau datang, membawa berita duka dari dalam hatimu… Tentang keputusasaan.. Dan ketidaksanggupan menghadapi kenyataan… Kerapuhan, akibat perasaan dikhianati Kau datang mengabarkan tragedi dan perasaan hampa …. Bibirmu bergetar Seperti tak sanggup melukis perasaan. Mata memerah dan melelehkan gerimis frustrasi…. memar hatimu. Luka yang tak sanggup kau bawa pergi. Hatimu seperti berdarah. Terasa, ada sakit yang ... Read More »

Scroll To Top