Jumat, 05 Desember 2008
Aktivis 1998: Sikat Demonstran Anarkis! PDF Print E-mail
Hestiana Dharmastuti - detikcom (26 Juni 2008)
Jakarta - Demokrasi itu damai. Jika aksi unjuk rasa sudah merusak kepentingan umum maka negara harus membuat sang pelaku jera. Sikat saja! "Dalam demokrasi, negara memiliki kewenangan memproteksi kepentingan publik. Jadi jangan kehilangan akal untuk menegakkan hukum dan membuat jera demo anarkis. Begitu ada masalah yang bikin kekacauan... sikat!" kata eksponen 1998, Fahri Hamzah, kepada detikcom, Kamis (26/6/2008).

Menurut mantan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), jika tidak ada efek jera maka Indonesia bisa masuk dalam lubang demokrasi yang gagal.

"Demo rusuh sudah tidak zamannya lagi. Demo yang ditandai oleh kekacauan tidak boleh terjadi lagi. Kantor DPR kan terbuka 24 jam, demikian pula Istana sudah terbuka untuk umum. Sekarang tidak ada komunikasi yang tersumbat, nggak ada yang melarang mengungkapkan pendapat. Beda dengan dulu, 3 orang ngumpul saja sudah dilarang," papar politisi FPKS ini.

Fahri menilai demo anarkis juga disebabkan karena sikap pemerintah SBY yang mengambang dalam membuat keputusan.

"Ada keruntuhan wibawa pemerintah pada semua bidang. Karena pemerintah ngambang, rakyat jadi tidak disiplin dan bingung. Rakyat menangkap sinyal yang jelek bahwa pemerintah tidak punya kekuatan dan wibawa," kata dia. ( aan / nrl )
Dibaca: 120

  beri komentar untuk artikel ini

Komentar Anda
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Judul:
Komentar:

Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Cari Artikel