
| PKS Tantang Forkot Debat Soal Iklan |
|
|
|
|
INILAH.COM - Muhayati Faridatun (11 Nopember 2008) Jakarta – Sejumlah aktivis 1998 akan mengampanyekan tidak memilih PKS pada Pemilu 2009, sebagai reaksi atas iklan kampanye partai itu yang menampilkan Soeharto sebagai salah satu guru bangsa. Namun, PKS tidak mengkhawatirkan seruan itu. Seruan untuk tidak memilih PKS ini, di antaranya datang dari mantan aktivis Forum Kota (Forkot) Mixil Mina Munir. Ia menegaskan akan menggalang kekuatan dengan aktivis lainnya untuk berkampanye tidak memilih PKS dalam Pemilu 2009. "PKS oportunis. Ini membahayakan jika memimpin negeri ini," tegasnya, Senin (10/11). Menanggapi seruan itu, anggota Komisi III DPR FPKS Fahri Hamzah justru mempertanyakan, dalam kapasitas apa Mixil mempertentangkan iklan PKS. "Mungkin Forkot membawa misi dari kelompok tertentu. Hal ini tidak relevan, karena Forkot tidak mengerti PKS," kata Koordinator Media PKS ini, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (10/11). Namun, Fahri mengaku tidak khawatir dengan seruan itu. Sebab, masyarakat tidak tahu siapa Forkot. Bahkan, mantan aktivis 1998 dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini malah menantang balik Mixil jika ingin berdemonstrasi atau berdebat. "Silakan saja undang. Kapan dan di mana saja kami siap," ujarnya. Fahri menyatakan, dari dulu PKS berbicara politik rekonsiliasi. Sebab, PKS memandang positif masa lalu dan masa depan. PKS juga ingin mengakhiri konflik ideologi. Dalam berdemokrasi, lanjut Fahri, PKS menawarkan ide-ide kepada publik. "Yang muda-muda perlu belajar dan tidak serta merta kita benar. Karena itu, PKS lebih mengajak untuk rendah hati dan berdamai dengan masa lalu. Sehingga bisa menata kehidupan masa depan," pungkasnya. Dalam iklan kampanye PKS menyambut Hari Pahlawan 10 November, menayangkan delapan tokoh nasional sebagai guru bangsa. Salah satunya, Presiden Kedua RI Soeharto, yang dilengserkan oleh gerakan mahasiswa 1998. [jib/nuz] Dibaca: 158
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




Komentar (1)