
| Sistem Nasional Belum Dapat Pastikan Kesejahteraan Rakyat |
|
|
|
|
Kompas (15 September 2008) Jakarta - Masa transisi menuju demokrasi yang bergulir sejak reformasi terasa sangat melelahkan. Sayangnya, transisi ini juga belum mampu melahirkan sistem nasional yang bisa memastikan pemimpin terpilih akan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kritik terhadap sistem politik nasional ini disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta di Jakarta, Sabtu (13/9). ”Kalau kompetensi politisi pemimpin bangsa masih seperti sekarang ini, saya khawatir bukan hanya masa transisi akan semakin panjang, tetapi kesejahteraan rakyat yang diinginkan juga kian jauh dari kenyataan,” ujarnya. Menurut Anis, PKS memiliki agenda melahirkan pemimpin nasional. Itu sebabnya PKS sejak awal menargetkan perolehan 20 persen suara pada Pemilu 2009. ”Kalau itu yang terwujud, PKS akan mengajukan calon presiden dari internal. Namun, kami masih menunggu aturan tentang persyaratan pengajuan presiden,” ujarnya. Secara pribadi, menurut Anis, dirinya lebih setuju jika persyaratan pengajuan presiden didukung minimal 30 persen suara. Persyaratan semacam ini sebetulnya merugikan PKS, tetapi kalau ingin mewujudkan pemerintahan yang kuat, persyaratan yang ideal adalah dukungan dari 30 persen suara. Tentang batas dukungan 20 persen suara yang dipakai PKS, menurut Anis, selain menjadi ketetapan partai, juga adalah bukti dukungan dari masyarakat yang cukup signifikan. ”Kalau PKS mendapat suara lebih rendah dari itu, kami tidak cukup percaya diri jika mengajukan calon presiden,” ujarnya. Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah menambahkan, partainya percaya pemenang Pemilu 2009 adalah partai yang mempunyai organisasi yang rapi. Pentingnya organisasi partai ini juga diakui Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Amanat Nasional (PAN) Sayuti Asyathri. Masyarakat dan partai belum banyak yang bisa mempraktikkan organisasi yang baik untuk menyalurkan aspirasinya. Akibatnya, rakyat sering kali tak bisa menghukum partai yang pernah berkuasa dan tak bisa merealisasikan janjinya. (mam) Dibaca: 102
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




Komentar (1)