Jumat, 05 Desember 2008
Biografi PDF Print E-mail

ImageFahri Hamzah mulai dikenal oleh khalayak banyak sejak genderang reformasi bergema kuat awal 1998. Dia adalah satu dari sekian banyak aktifis mahasiswa yang namanya sering muncul di media massa karena aktifitas diskusi, rapat dan demonstrasi mahasiswa untuk menurunkan Soeharto. Laki-laki kelahiran Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 10 Nopember 1971 ini adalah orator, deklarator, serta pemimpin pertama aksi gerakan mahasiswa paling besar saat itu, KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Kalau kita memutar lagi tayangan dokumentasi seputar reformasi 1998, maka wajahnya paling sering muncul di TV, terutama saat berpartner dengan Amien Rais dalam menggalang aksi-aksi besar di berbagai kota.

Sebagai intelektual muda, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini banyak terlibat dalam kegiatan akademis dan kecendekiawanan sejak menjadi mahasiswa. Selain pernah bekerja di almamaternya, ia juga pernah aktif sebagai Ketua Departemen Pengembangan Cendekiawan Muda ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) – Pusat dan berbagai kegiatan lainnya. Sejak sebelum menjadi anggota DPR RI, Fahri Hamzah juga aktif mengikuti berbagai forum pertemuan di dalam dan luar negeri. Kini, segala pengalamannya dicurahkannya melalui lembaga legislatif, hasil Pemilu 2004. Lewat PKS, Fahri Hamzah terpilih menjadi anggota DPR RI mewakili daerah kelahirannya, NTB. Fahri Hamzah bergabung dalam Fraksi PKS dan di Komisi VI yang menangani masalah Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi/UKM, dan BUMN. Inilah yang mengantarkannya untuk memahami banyak masalah di sektor riil umumnya dan masalah seputar BUMN khususnya.

Sejak masa sidang 5 Nopember 2007, Fahri Hamzah pindah ke Komisi III yang membawahi masalah hukum dan HAM. Hal ini di antaranya didorong oleh kegelisahannya melihat negara melalui hukum mengintervensi pasar dan civil society terlalu jauh. Menurutnya, dalam jangka panjang situasi ini akan memperlemah posisi negara, karena lemahnya masyarakat. Buku ini diterbitkannya melalui Yayasan Faham Indonesia (YFI) adalah merupakan kelanjutan dari Yayasan Pengembangan Sumber Daya Pemuda (CYFIS) yang didirikan saat hari Sumpah Pemuda, setelah aksi-aksi mahasiswa 1998 mereda. Melalui lembaga ini, kegiatan intelektual dan kecendekiawanan diteruskan.

 

Cari Artikel