Rabu, 07 Januari 2009
Galeria Berita
SBY Disarankan Tak Pilih Penasihat Bermental Abdi Dalem Dan ASS PDF Print E-mail
Rakyat Merdeka (25 Februari 2007)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyarankan Presiden SBY memilih anggota Dewan Penasihat Presiden yang berani menyampaikan hal-hal pahit, bukan mereka yang bermental ASS alias Asal SBY Senang.

beri komentar untuk artikel ini | Dibaca: 267

 
Ethnic Chinese and discrimination: What next? PDF Print E-mail
The Jakarta Post’s (February 16, 2007)
Inter-ethnic relations remain a thorny issue in the country despite the enactment of last year's citizenship law, which criminalized discrimination and scrapped the "non-indigenous" citizen status. Ahead of the Chinese New Year The Jakarta Post's Kornelius Purba and Dwi Atmanta interviewed law expert Frans Hendra Winata and lawmaker Fahri Hamzah of the Prosperous Justice Party on the issue of inter-ethnic relations in Indonesia.

beri komentar untuk artikel ini | Dibaca: 182

 
BUMN Merugi Perlu Terapkan Reward and Punishment PDF Print E-mail

Fraksi-PKS Online ( 29 Desember 2006)
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada perusahaan plat merah (BUMN) masih jauh dari harapan. Pasalnya sampai akhir tahun 2006 sebagain besar BUMN masih mengalami kerugian, atau belum memberikan keuntungan, akibat inefisiensi dan mismanagemen.

beri komentar untuk artikel ini | Dibaca: 292

 
Privatisasi Indosat Kembali Persoalkan PDF Print E-mail
Bisnis Indonesia
Pemerintah didesak membatalkan privatisasi serta mengusulkan buyback saham PT Indosat Tbk yang saat ini sebagian besar dimiliki perusahaan Singapura, Temasek Holdings.  Desakan itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Fahri Hamzah, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Marwan Batubara dan mantan Ketua KPPU Sutrisno Iwantono dalam diskusi terbatas yang digelar Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP-BUMN Bersatu) di Gedung DPR, Jakarta kemarin.

beri komentar untuk artikel ini | Dibaca: 438

 
Laporan Tambahan Dugaan Monopoli Temasek Disampaikan Ke KPPU PDF Print E-mail
Hukumonline.com
Laporan tambahan mengungkap adanya dugaan pelanggaran oligopoli, perjanjian dengan luar negeri, penetapan harga dan monopoli. Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mengajukan laporan tambahan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tentang Temasek Holdings, PT Indosat Tbk dan PT Telkomsel yang diduga telah melakukan pelanggaran atas UU No.5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pengajuan laporan tambahan ini merupakan tindak lanjut dari laporan dugaan persekongkolan tender yang disampaikan pada 18 Oktober lalu.

beri komentar untuk artikel ini | Dibaca: 517

 
<< Awal < Sebelumnya 31 32 33 34 35 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 161 - 165 dari 173

Cari Artikel