KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » INDONESIA BISA MEMIMPIN PERADABAN JIKA PEMIMPINNYA BERTENAGA (catatan dari Pertemuan IPU ke-38)

INDONESIA BISA MEMIMPIN PERADABAN JIKA PEMIMPINNYA BERTENAGA (catatan dari Pertemuan IPU ke-38)

Teman2 Saya bagikan tulisan kecil terkait pertemuan parlemen dunia #IPU138 di Geneva untuk melengkapi pernyataan yg Sudah dibuat oleh ketua @DPR_RI bambang soesatyo kemarin.

Saya kemarin mendampingi ketua DPR Bambang Soesatyo memimpin misi pertamannya dalam #DiplomasiDPR dalam rangka tugas diplomasi DPR di sidang IPU ke 138 di Jenewa, Sidang IPU ini dihadiri oleh 1539 peserta dari 146 negara. @IPUparliament

Bersamaan dengan itu pak @fadlizon juga mendampingi dan menyampaikan pidato sebagai presiden GOPAC (global ORGANISATION of Parliamentarians Against Corruption). Forum ini sangat penting dalam #DiplomasiDPR .

Tugas #DiplomasiDPR pertama kali diatur saat saya memimpin panja revisi UU MD3 yg melahirkan UU 17/2014 tentang MD3 sebagai second track diplomacy, dimana DPR memiliki peran menopang politik luar negeri pemerintah dlm forum2 parlemen dunia.

Tugas diplomasi DPR itu diadopsi dalam UU MD3 berdasar putusan dari International Parlementary Union (IPU), maka ada 5 fungsi DPR dlm UU MD3, tiga fungsi lama;, legislasi, anggaran, pengawasan dan dua fungsi baru; diplomasi dan representasi.

IPU @IPUparliament sendiri merupakan organisasi parlemen terbesar di dunia dan memiliki kantor permanen di jenewa Swiss, diluar DPR RI juga tergabung dalam berbagai organisasi parlemen lain bersekala regional dan juga berbasis isu seperti GOPAC

IPU didirikan tahun 1889 dan keanggotaan IPU saat ini mencapai 173 parlemen nasional dan 11 assosiasi organisasi keparlemenan. @IPUparliament juga sekarang sdh Hadir sbg lembaga yg memantau bisa memantau dan menyebar dokumen dlm sidang umum PBB.

Misi utama IPU selain memperjuangkan perdamaian dan kerjasama antar bangsa, jg memperkuat lembaga perwakilan di seluruh dunia sbg sumbangan besar demokrasi bagi sistem pemerintahan agar tidak gandrung dgn totalitarianisme sbg watak dasar kekuasaan.

Kelahiran IPU @IPUparliament adalah refleksi kritis sejarah tentang pentingnya menjaga hak hak anggota parlemen dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya kekuasaan. Eksekutif harus dikawal ketat!

Parlemen adalah institusionalisasi utama dari demokrasi yg lahir dr kesadaran tentang kekuasaan terbatas dan harus dibagi serta dikontrol agar tercipta checks and balances sbg nilai dasar dari pelembagaan demokratis. Inilah tema #DiplomasiDPR .

Dunia mencatat, lembaga parlemen kerap mendapat tekanan keras, demikian artikel pembuka IPU, parlemen adalah simbol dari supremasi masyarakat sipil, tak ada power dan senjata yg mrk miliki, namun mereka harus mengawasi institusi yg punya power dan senjata.

Untuk itulah imunitas anggota parlemen dlm menjalankan tugas pengawasannya adalah salah satu concern penting IPU, Anggota parlemen harus dijaga dan imun dari tuntutan agar tidak dikriminalisasi mengingat besarnya konsekwensi dari pelaksanaan tugasnya mengawasi kekuasaan.

Di negara kita, pemikiran dan kesadaran para pendiri bangsa tentang pentingnya menjaga hak hak anggota parlemen begitu kokoh, demikian kita bisa lihat bhw pasal imunitas diatur langsung dalam konstitusi UUD 1945, bukan UU biasa.

Di era DPRS (1950-1956), jika anggota DPR didakwa melakukan pidana baik di masa tugas atau purna, mereka mendapatkan hak forum privelegiatum utk menghormati jabatan yg pernah melekat pd dirinya sbg pemegang amanah daulat kuasa rakyat.

Hak forum privelegiatum adalah bahwa anggota DPR diadili tingkat pertama dan tertinggi hanya boleh dilakukan oleh mahkamah agung, ini untuk menjaga marwah dan kehormatan lembaga yg merepresentasi kedaulatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

Ke depan pasal imunitas dalam UUD 1945 ini harus diturunkan menjadi UU tersendiri, seperti tugas legislasi, anggaran dll dari DPR dalam UUD1945 yang diatur dengan UU tersendiri, tak ada pemerintahan yang baik tanpa adanya lembaga pengawas yang kuat.

Masa depan demokrasi dunia hari ini terletak di parlemen, parlemen harus berdiri tegak dalam sistem yg bertugas menjaga jalannya pemerintahan agar tetap berada di atas rel aturan dan konstitusi. Inilah di antara tema siangan #IPU138 di Geneva ini.

Presiden bisa datang silih berganti membawa ide, gagasan dan corak kepemimpinan yang berbeda beda, esktrimnya kita melihat lahirnya pemimpin dunia seperti Donald Trump, tanpa parlemen yg kuat melakukan kontrol, maka dunia berada dalam bahaya kemanusiaan.

Demikianlah salah satu isu yg diperjuangkan oleh ketua DPR Bambang Susatyo dalam sidang IPU ke 138 dimana delegasi parlemen indonesia juga menyuarakan dengan keras penolakan kebijakan trump atas jerusalem.

Delegasi indonesia juga menyampaikan pandangannya dan menyerukan kepada dunia untuk concern pada penanganan isu isu kemanusiaan seperti imigran, pengungsi, khususnya yang terjadi atas warga Rohingya dan Palestina.

Dalam tugas diplomacy ini, ketua DPR Bambang Susatyo juga melakukan lobi lobi khusus kepada pemimpin parlemen dunia melalui berbagai pertemuan bilateral, agar mendukung Indonesia menjadi anggota tidak tetap dewan keamanan PBB 2019-2020.

Indonesia adalah negara demokrasi terbesar nomor 3 di dunia setelah India dan Amerika Serikat. Suara kita penting untuk terus menggema dan menentukan arah sejarah peradaban dunia kita hari ini.

Banyak pemimpin aneh di dunia sekarang, mulai yang ekstrem gila, dan bermental otoriter sampai yang ekstrem dangkal dan kosong membuat kekuasaan eksekutif yang bisa membahayakan rakyat suatu negara dan Ummat manusia umumnya.

Itulah pentingnya parlemen di seluruh dunia harus dibangun dan diperkuat. Karena rakyat Perlu alat untuk mengawasi jalannya kekuasaan yang destruktif yang berefek buruk pada kehidupan. Ini suara Indonesia.

Indonesia harus terus menjelaskan kelasnya. Sebagai negara besar kita tidak bisa absen dari bersuara pada forum dunia yang menjaga irama peradaban dunia. Itulah sejarah kita.

Indonesia harus memimpin suara peradaban baru dunia yg lebih menjamin masa Depan yang lebih baik. Tapi itu hanya bisa jika pemimpin Indonesia punya arah dan kepemimpinan yang memiliki tenaga yg membangkitkan. Semoga!

Twitter @Fahrihamzah 27/3/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top