KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » OSIN-OSAN & PENGHANCURAN PKS DARI DALAM

OSIN-OSAN & PENGHANCURAN PKS DARI DALAM

Tindakan menghancurkan PKS melalui pemilu oleh pimpinan PKS sekarang ini semakin nyata.

Setelah menekan Caleg supaya teken pengunduran diri sebelum #Pileg2019 , isu lain yg akan hancurkan PKS adalah permainan elite dalam hadapi #Pilpres2019

Memang ini ada kaitannya dengan pandangan awal ketika mereka berkuasa Agustus 2015 yaitu menciptakan permusuhan.

Kepada kelompok yang mereka sebut sebagai #KubuKesejahteraan atau #OSAN (Orang Sana) yang diasosiasikan dekat dengan mantan presiden PKS @anismatta

Sementara itu, mereka menyebut diri #OSIN (osiniyyun) atau #OrangSini.

Oleh pengamat disebut #KubuKeadilan yang sekarang menguasai seluruh struktur setelah dibersihkan dari seluruh orang yang dianggap dekat dengan mantan sekjen PKS 5 periode @anismatta .

Sejak Agustus 2015 ketika @anismatta disingkirkan dan dilarang menerima undangan di dalam partai, lalu pembersihan dilakukan

Geliat #KaderPKS yang curiga dengan kelakuan pimpinannya tidak berhenti. Nampak sekali ada agenda tersembunyi. Seperti dalam kasus #9CapresPKS

Memang ada kesalahan hitung, di satu sisi, Pemilihan Raya kader memang melahirkan #9CapresPKS untuk diajukan dalam #Pilpres2019.

Tetapi Majelis Syuro yang tidak mau mengurangi jumlahnya dan akhirnya @anismatta yang masuk 3 besar ikut diumumkan.

Salah hitung karena, kader yang sudah menunggu lama, akhirnya bergelora kembali.

Semua kader yang ingin @anismatta dipilih menjadi calon PKS dalam #Pilpres2019 turun dan mempersiapkan relawan di seluruh negeri. @gen_AMPM motornya. Dari #9CapresPKS hanya AM yang menonjol.

Sebenarnya ini konsekwensi logis akibat selama kepemimpinan yang dilantik Agustus 2015 ini nyaris tidak ada greget.

Dalam aksi 411 pun Pimpinan melarang kader turun ke Monas. Tapi setelah Anies-Sandi menang, PKS paling merayakan. Nah yang asli Pilkada Jawa. Semua kalah.

Maka begitu #RelawanAMPM yang digerakkan kader relawan AMPM justru geliat di tubuh kader sangat kuat.

Mereka mengeluarkan dana pribadi untuk kemenangan @anismatta untuk menjadi calon presiden dan #9CapresPKS yang diusulkan. Struktur bergoyang.

Saya sendiri melihat ini momentum bagus. Perbedaan bisa kita lupakan di sini. Mari kita menyongsong #Pileg2019 dan #Pilpres2019 yang akan diselenggarakan bersama.

Semua bersemangat menyongsong pemilu serentak 2019. Tiba-tiba struktur mengeluarkan larangan.

Inti dari larangan itu adalah karena besarnya dukungan kepada @anismatta dianggap akan memecah belah partai.

Maka disarankan #9CapresPKS untuk kampanye bareng dan didampingi oleh struktur. Tapi itu hanya omong kosong. Mereka hanya basa-basi. Intinya AM dilumpuhkan.

Saya mendengar rasa kecewa di bawah. Struktur dan #KaderPKS tadinya sudah punya mainan, ”fastabiqul khairat”.

Tetapi ternyata api yang baru menyala dan roda partai yang mulai berputar segera mereka matikan. Geliat #9CapresPKS berhenti kecuali Aher yang waktu itu masih ada jabatan.

Belakangan, saya mendengar lobby-lobby kandidat terutama AH dan SSA berjalan massif. Terutama kepada Prabowo dan PAN sampai-sampai terjadi salah paham.

Mereka hanya membawa 2 nama yang dianggap “sudah mengerucut”. Padahal belum ada pengerucutan. Itu masih #9CapresPKS

Semangat yang sudah tumbuh di bawah oleh #9CapresPKS di-terpedo oleh pimpinan yang melakukan lobby sendiri-sendiri.

Mereka mematut-matut diri sendiri seolah lebih layak mewakili PKS menjadi calon dan melamar menjadi wakil Capres yang ada.

Mereka juga mengacak-acak keputusan Majelis Syuro. Menyebut nama-nama yang tidak pernah ada dalam #9CapresPKS sehingga kader bingung.

Kenapa justru yang sudah mendapat mandat suara kader dalam Pemira dan MS (Majelis Syuro) dilarang bergerak, sementara yang gak jelas malah bebas?

Adapun 2 nama yang sering di sebut di depan Prabowo dan PAN juga tidak fair. Seolah hanya 2 itu yang boleh bergerak. Sementara, kapan itu diputuskan?

Itu lebih aneh lagi. Apalagi saya dengar 2 nama itu juga bersaing dalam melobby dan mendapatkan dukungan.

Perbuatan curang ini akhirnya akan terbongkar juga. Sepandai-pandai menyimpan kotoran di bawah karpet pasti akan mengeluarkan bau busuk juga.

Orang tidak mudah percaya ini bisa terjadi tapi begitulah. Kasus Pilkada Jawa contoh nyata pengelolaan politik yang egois dan gagal.

Sekarang gelora kader sudah berhenti. Sayap #Pileg2019 sudah patah gara-gara disuruh teken surat pengunduran diri padahal belum tentu terpilih.

Mereka harus mengorbankan segala hal tapi masa depan tidak jelas. Akhirnya orang santai dan berdiam saya curiga ini gerakan bunuh diri.

Lalu, sekarang strategi #9CapresPKS juga dipadamkan bermacam manuver dibuat. Mulai dari otak-atik kandidat sampai menyelinap diam-diam mencalonkan dan ketemu kandidat luar.

Sementara kandidat internal dilarang bergerak. Kader jadi diam menonton akrobat bunuh diri.

Apakah PKS masih ada 2019 sementara ada yang nyata-nyata menghancurkannya secara kasat mata dari dalam?

Memecah partai, membersihkan lawan politik, melancarkan persekusi dan operasi intelijen, memecat banyak kader, dll termasuk langkah-langkah konyol menjelang 2019.

Kalau akhirnya PKS habis dalam pemilu 2019 apakah ini artinya akhir dari perjalanan 21 tahun partai yang awalnya memiliki cita-cita besar ini? Semoga jadi pelajaran. Wallahu a’lam.

Twitter @Fahrihamzah 10/7/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top