KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » PAK ANIES, TUNAIKAN DULU AMANAT RAKYAT

PAK ANIES, TUNAIKAN DULU AMANAT RAKYAT

Saya tidak setuju @aniesbaswedan maju jadi Capres, sederhana karena saya dulu tidak setuju @jokowi meninggalkan jabatannya di Jakarta.

Saya merasa rakyat Jakarta janganlah dipermainkan seperti ini. Pilkada DKI yang lalu berdarah-darah. Bacalah tanda-tanda jangan lupa.

Saya mohon maaf, jika saya berbeda dengan kawan-kawan. Tapi saya merasa ada banyak orang bisa jadi presiden kalau sekedar untuk melawan jokowi dalam debat. Tidak Perlu @aniesbaswedan . Cukup jujur saja di depan publik siapapun bisa menang.

Justru saya merasa presiden sekarang ringan dihadapi karena dari awal tidak jujur. Ada dusta sejak awal, lalu janji-janjinya yang tidak diikuti dan kemudian menyimpang dari sekarang.

Revolusi Mental, sampai kita rusak mental. Poros Maritim, sampai rakyat tenggelam terbengkalai.

Jadi, tenang saja, incumbent mudah dikalahkan. Dan @aniesbaswedan bertugas di Jakarta jaga gawang dan @sandiuno mendampingi untuk menuntaskan pekerjaan.

PR di DKI adalah PR kebangsaan. Di kota ini ada semua jenis persoalan. Layak kita perjuangkan.

Memang, ada anggapan kalau jadi presiden masalah di Jakarta mudah diselesaikan. Tapi, buktinya yang sekarang juga gak ngapa-ngapain kok.

Jakarta ini memang memerlukan kepemihakan. Tapi lebih dari itu, Jakarta perlu ide, untuk itu kombinasi @aniesbaswedan dan @sandiuno ideal.

Saya tahu @aniesbaswedan didorong banyak orang. Tapi, sebaiknya kita meminta mereka fokus di DKI dan jangan mencontoh pendahulu mereka yang salah.

Pemimpin yang meninggalkan pekerjaan di tengah jalan bisa dituduh egois. Jangan dibiasakan. Jabatan bukan aji mumpung.

Memang saya nampak agak ekstrem dengan pilihan rakyat. Saya merasa rakyat yang berbondong-bondong ke TPS memberikan suara itu adalah puncak ketulusan.

Sehingga apa janji kita, itulah yang harus dipenuhi. Berjuanglah mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka. Itu mulia.

Saya yakin ingatan rakyat kuat. Kalau kita berbuat baik pasti berkesan. Rakyat tau cara berterima kasih. Inilah yang saya percaya bahwa jabatan itu tidak usah melompat.

Tunaikan saja dulu amanat. Nanti rakyat akan memilih kapan pun kita maju lagi.

Lihat saja drama di Malaysia kemarin. Pak Mahathir lama meninggalkan jabatan. Tapi rakyat ingat kembali, manakala ada krisis dan rakyat merasa memerlukan, beliau terpilih kembali. Rakyat ingatannya lebih bagus dari pejabat. Tenang saja.

Mari pandang Pilpres 2019 ini dengan tenang. Percayalah bahwa rakyat selalu bisa melihat dengan tenang.

Asalkan tak ada kecurangan maka yang terpilih pastilah yang akan membuat kita menang. Kemenangan hati, akal pikiran dan kejujuran. Mari bersatu.

Twitter @Fahrihamzah 11:47-12:31 10/7/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top