KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » PEMBISIK RADIKAL DI SEKELILING PRESIDEN

PEMBISIK RADIKAL DI SEKELILING PRESIDEN

Pendukung presiden banyak yang ekstremis, radikal dan fundamentalis…..

Pertama, kaum ekstremis dan radikal ini mengklaim Pancasila punya mereka. “Saya Pancasila kamu anti Pancasila”. Demikianlah jargonnya.

Dibuat kaum fundamentalis untuk menyerang anak bangsa. Korbannya banyak, termasuk ulama pengkaji Pancasila dan dosen Pancasila.

Narasi ideologis dibuat oleh kaum radikal fundamentalis ini dibuat hanya untuk satu kepentingan; memudahkan untuk melumpuhkan lawan.

Siapa yang mencoba melakukan kritik akan diserang dengan label anti ideologi negara. Demikiankah operasinya.

Maka yang banyak kena adalah kelompok yang sejak lahirnya Republik ini menjadi elemen kritis dalam negara. Ulama, ormas, kampus, media, partai Islam, dll.

Kaum radikal ini sukses menunggangi presiden untuk melakukan stigmatisasi bahkan persekusi kepada lawan.

Dan akhirnya demikian, ulama “anti Pancasila” sudah kena serang semuanya. Ormas diancam dan dibubarkan dengan mudahnya.

Parpol oposisi kena label mendukung kelompok anti Pancasila. Dan kampus….. babak belur… rektor, dosen dan mahasiswa ditekuk. Lumat!

Kampus kita dalam tragedi. Para rektor dikumpulkan oleh menteri. Lalu disuruh mengumumkan “Kampus Pancasila” sebagai lawan “Kampus Anti Pancasila” atau mereka memakai kata “kampus radikal tempat bibit-bibit teroris berkembang”. Bapak rektor mati kutu.

Sekarang kritik dilarang masuk kampus. Penceramah tertentu dilarang menyampaikan pikirannya di hadapan mahasiswa dan Civitas akademika.

Rektor bisa kena damprat kalau membolehkan pengkritik pemerintah diundang dan berceramah.

Terjadilah piramida penganiayaan. Kaum radikal fundamentalis dan ekstremis ini membisikkan presiden, lalu presiden menekan menteri, menteri menekan rektor, rektor menekan dosen, dosen menekan mahasiswa.

Maka tidurlah gerakan mahasiswa. Kampus senyap tanpa suara.

Semalam saya mendengar kabar bahwa seorang dosen senior UI dipanggil oleh majelis wali amanah gara-gara mengundang bang @RamliRizal untuk diskusi.

Mereka mempersoalkan penggunaan lambang makara. Karena sang dosen memang bagian dari alumni.

Teman-teman Alumni UI yang berserikat dan membentuk organisasi alumni dan sudah mendapat pengesahan @Kemenkumham_RI dibubarkan karena memakai lambang makara UI padahal bimbingan belajar, warung fotokopi, dll bisa pakai. Ini alasan karena sering kritik. Dan diskusi.

Kaum radikal dan fundamentalis itu kini puas karena pengendalian melalui naratif “saya Pancasila dan kamu anti Pancasila” ini sukses.

Ada rasa takut dituduh “anti Pancasila” apabila melakukan apapun yang bertentangan alur negara. Jadilah semua diam.

Silahkan dilanjutkan. Sebab rasanya semua juga merasa bahwa keberadaan kelompok radikal di sekitar kekuasaan memang mengganggu kita semua…

Twitter @Fahrihamzah 5/7/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

viewporntube indobokep
Scroll To Top