KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » PRESIDEN BUKAN PIMPRO. APALAGI MANDOR PROYEK

PRESIDEN BUKAN PIMPRO. APALAGI MANDOR PROYEK

Kalau saya kritik pak presiden itu adalah kata-kata yang sebetulnya bagus disampaikan langsung.

Tapi di samping presiden juga orang-orang pada gak nyambung. Maka tidak masalah kita sampaikan terbuka. Toh ini kritik kepada lembaga kepresidenan. Pak @jokowi kebetulan ada di dalamnya.

Gini loh, tugas presiden itu bukan Pinpro atau mandor proyek. Tugas presiden itu bukan bagi akte atau gunting pita.

Kinerja presiden itu bukan saat di kelihatan pakai rompi dan helm keselamatan. Tugas presiden itu bukan proyek pengadaan tol, airport, jalan atau pelabuhan..

Presiden dan lembaga kepresidenan itu luas sekali. Dia tidak seperti lembaga negara lain yang sempit.

Saking luasnya, keberadaannya tidak bisa diatur dalam UU. Pernah berkali dicoba, selalu gagal mengatur presiden dalam UU, kewenangannya dan kedudukannya luas sekali.

Saking luasnya, itulah sebabnya dalam UUD1945 tidak ada pendelegasian pembentukan kedudukan dan kewenangan presiden dalam UU sebab kedudukan presiden ada dalam hampir semua UU yang mengatur kelembagaan negara lainnya.

Kita lanjutkan soal Lembaga Presiden. Jadi apa artinya jika presiden itu begitu luas dan besar kewenangannya?

Artinya adalah presiden jangan melakukan kerja kecil. Inilah yang sekarang terjadi. Presiden merusak skala dari pekerjaan lembaga kepresidenan.

Apa skala Lembaga Presiden ? Skalanya Gak bisa diukur oleh UU seperti mengatur lembaga legislatif DPR atau lembaga independent BI atau lembaga judikatif seperti MK dan MA.

Jadi presiden bisa melakukan semua hal. Nyaris tanpa batas termasuk dalam ruang legislatif dan judikatif.

Dalam ruang legislatif, selain ikut membahas RUU, presiden juga bisa membuat Perpu yang kekuatan setingkat UU.

Dalam ruang judikatif presiden bisa mengeluarkan grasi, amnesti bahkan rehabilitasi. Banyak lagi.

Maka, dalam tiga cabang kekuasaan itu presiden punya kewenangan yang juga besar sekali.

Itulah yang membuatnya bisa melakukan semua tak yang tidak bisa dilakukan lembaga lain. Ia adalah kepala negara dan juga kepala pemerintahan.

Jadi, kesalahan terbesar pak @jokowi adalah menciutkan kapasitas Lembaga Presiden menjadi sekedar pelaksana proyek.

Inilah yang membuat kita secara nasional merasakan kapasitas kolektif kita juga menurun. Karena narasi yang menciut.

Sekian saja dulu. Ada banyak kritik turunan dari ini semua. Silahkan dilanjutkan. Kalau gak setuju mention saja. Tapi skala berpikir harus diperluas. Kalau mikir aja sempit, Bertindak akan lebih sempit lagi. Sekian.

Twitter @fahrihamzah 4/7/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top