KULTWIT
You are here: Home » Kultwit » SAAT DUSTA TELAH JADI WABAH

SAAT DUSTA TELAH JADI WABAH

Dusta yang disampaikan orang besar dan orang berkuasa melalui jalur resmi dapat menjadi kebenaran yang diterima dan dipercaya selama kekuasaan itu ada. Cerita bohong itu bahkan dapat memuluskan karir dan jabatan pendusta.

Kita membuka ruang publik bagi semua orang dan bagi kebebasan agar kekuasaan tidak mendominasi kebenaran yang mungkin berasal dari dusta. Kita harus lawan rasa takut dalam rangka untuk mewarisi suatu perasaan merdeka bahwa dusta yang datang dari siapapun adalah dusta dan salah.

Saya hanya mencemaskan satu hal, bahwa kita semakin permisif dengan dusta penguasa. Dan perkakas kekuasaan terus menjaga kebohongan tidak saja dengan dusta lanjutan tetapi bahkan dengan tuduhan balik kepada yang ingin berkata benar melalui proses pidana.

Tapi, ada yang lebih mengerikan apabila para pemimpin kita mulai gandrung dengan dusta karena dilihat dusta tak memberikan dampak negatif apapun. Bahkan dusta mulai dianggap jalan sah menuju kekuasaan dan bertahan di atas tahta. Semakin kuatlah jalan dusta.

Dan apabila dusta telah menjadi wabah turun ke bawah menjadi aliran yang memiliki massa dan pengikut. Itukah awal bencana? Sebab bukankah dusta itu salah satu ciri orang munafik? Lalu apabila ia mewabah tidakkah itu sebab turunnya bencana?

Itu pertanyaan private saya. Tidak ilmiah dan tidak bisa menjadi keyakinan orang lain tapi dalam agama, dusta kolektif dapat menjadi sebab turunnya bencana. Saya hanya meyakini sebagai bagian dari ketidaksanggupan saya memikirkannya secara rasional.

Saya bisa menjelaskan dampak kebohongan pejabat kepada kerusakan negara. Itulah sebabnya lahir delik “kebohongan publik” dalam hukum dan etika. Tetapi, akibat dusta bagi alam dan bencana saya hanya mengimani apa kata agama. Mungkin itu private tetapi saya tidak sendiri.

Maka, teruslah berkata benar. Jangan takut pidana. Hukum yang sanggup memidanakan perkataan benar adalah hukum jahiliah. Kita harus lawan. Sementara itu, jangan ikut-ikutan dusta meskipun itu dilakukan pemimpin karena itulah sebab kerusakan tidak meluas.

Jika dusta telah menjadi wabah. Lebih baik kita sendiri. Berdiri sendiri dan tetap berkata benar meski langit akan runtuh. Sambil berdoa semoga dusta cepat hilang dan kekuasaan yang menopangnya segera tumbang.

Ada satu doa, sejak SMA saya baca. Terutama setelah berlatih Tapak Suci di SMA Muhammadiyah Sumbawa. Doa itu selalu saya baca sampai sekarang sebab ia seperti mewakili suara hati saya dalam dunia yang bergetah ini.

“Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku bahwa yang benar itu benar dalam bentuk yang sebenarnya dan beri aku kekuatan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepadaku yang salah itu salah dalam bentuk yang sebenarnya dan beri aku kekuatan untuk menolaknya. “. Aamiin.

Doa itu bisa berkembang untuk membenarkan yang benar secara pasif atau aktif demikiankah terhadap dusta apakah kita akan menolaknya secara aktif atau pasif. Tapi paling tidak kita berdoa, semoga Allah melindungi bangsa kita. Aamiin. Sekian.

Twitter @Fahrihamzah 14/10/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top