KULTWIT
nomortogel.xyz aplikasitogel.xyz hasiltogel.xyz paitogel.xyz
You are here: Home » Kiprah » UJIAN PAK NURMAHMUDI

UJIAN PAK NURMAHMUDI

Ingin mengomentari tentang sosok Nurmahmudi mantan Presiden PKS yang sekarang bersama sekda-nya menjadi tersangka pembebasan lahan yang diduga merugikan negara lebih 10 Milyar Rupiah. Polisi menduga ini dilakukan terhadap APBD 2015.

Polisi menduga bahwa sosok Nurmahmudi bersama sekdanya telah menganggarkan dan menggunakan anggaran pembebasan lahan, padahal terbukti bahwa pembebasan lahan justru dilakukan oleh pengusaha apartemen di sekitar lahan jalan yang dibebaskan.

Saya termasuk yang tidak terlalu percaya bahwa sosok Nurmahmudi akan melakukan itu secara sadar, apalagi itu terjadi di akhir periode ke-2 sebagai walikota. Seperti kita ketahui ia menjadi walikota sampai Februari 2017 dan diganti oleh KaderPKS juga.

Tetapi, menarik membaca kasus lahan NMI sebagai pembelajaran dan ilmu. Sebab sosok Nurmahmudi atau nama lengkap Dr. H. Nurmahmudi Ismail adalah Presiden PKS yang pertama. Tentu ia memiliki kwalifikasi tertentu sehingga menjadi kader senior yang dipercaya.

Kasus ini menarik sebagai kajian untuk membaca dan memahami bagaimana situasi seperti ini bisa terjadi kepada Kader PKS apalagi mantan Presiden PKS. Kenapa tak ada sistem proteksi dan mengapa mereka mudah sekali dilibatkan? Ini penting untuk menentukan arah baru PKS.

Sosok Nurmahmudi awalnya adalah seorang ilmuwan dalam bidang pangan di BPPT dan dosen.
Setelah Partai Keadilan didirikan pada tahun 1998, iapun menjadi presiden pertama partai tersebut. Saya mengerti kenapa ia dipilih.

Sosok Nurmahmudi dipilih lebih karena ia kader senior lulusan Amerika Serikat.
Setelah menamatkan sekolahnya di IPB, Bogor, ia melanjutakan S2 dan S3 di bidang pangan di University of Texas AM.
Dengan kelulusan yg sangat memuaskan.

Dengan mengambil sosok Insinyur lulusan Amerika Serikat maka diharapkan sosok Nurmahmudi akan memperkenalkan PKS waktu itu (Agustus 1998) masih PK dengan cara yang lebih elegan. Tapi pemilu 1999 PK gak lolos treshold lalu berganti nama menjadi PKS.

Meski tak lolos treshold, saat Gus Dur menjadi presiden, sosok Nurmahmudi ditunjuk sebagai Menteri Kehutanan dan Perkebunan dalam Kabinet Persatuan Nasional pada tahun 2000, ia melepaskan jabatannya sebagai Presiden Partai Keadilan agar tidak ada jabatan rangkap.

Sebenarnya sosok Nurmahmudi pernah sangat disayang oleh presiden Abdurahman Wahid. Latar NU dan keluarga pesantren yang membuatnya dekat.

Tetapi, waktu itu memang sulit mengelola komunikasi partai dengan presiden.
Koalisi pecah.

Saat ibu Mega menggantikan GusDur, PKS memutuskan di luar pemerintahan.
Itulah yang mengantarkan kita lebih leluasa melakukan manuver sehingga partai bisa memperolah 45 kursi DPR. Adapun sosok Nurmahmudi meneruskan Karir menjadi Walikota Depok sejak 2006-2016.

Saya lanjut soal Sosok Nurmahmudi yang berakhir tragis sebagai tersangka. Sementara itu cara Kader PKS diperlakukan oleh Pimpinan PKS atau Qiyadah PKS sungguh tidak mencerminkan kebersamaan apalagi kejamaahan. Jangankan bantuan hukum, pernyataan pun tak ada.

Ini sebetulnya menggambarkan kapasitas kepemimpinan PKS sekarang yang sudah tidak tau cara mengelola situasi kader. Sosok Nurmahmudi seharusnya sebagai mantan Presiden PKS pertama dapat pelayanan hukum yang memadai. Prinsip “praduga tak bersalah harus dipakai”.

Pimpinan PKS saya lihat banyak yang lugu. Termasuk Sosok Nurmahmudi yang lebih lugu di antara pimpinan yang ada. Saya ingat betul saat beliau sebagai Presiden PKS dulu, saya sering mengaturkan jadwal dan ikut mendampingi dalam banyak acara.

Ini ciri dari generasi awal Kader PKS sampai sekarang. Rasanya politik bukan tempat mereka. Mereka masih lugu, kental kultur ilmuan, sering melihat sesuatu sederhana, kadang hitam putih. Ini membuatnya di satu sisi gampang dijebak tapi di sisi lain sulit diyakinkan.

Generasi pertama di kalangan Kader PKS memang melihat politik dengan kacamata yang terlalu sederhana. Itu yang membuatnya sering salah langkah. Sementara itu, generasi baru yang tampil dengan percaya diri juga belum dipercaya.

Padahal, generasi pertama ini masih mendominasi struktur pengambilan keputusan inti dalam partai, terutama di Dewan Pimpinan Tingkat Pusat atau DPTP atau yang sering disebut MRA. Itulah yang membuat keputusan sering nampak jadul dan tidak memahami realitas.

Di level generasi ini mereka belum bisa memahami dengan baik apa beda konstitusi partai dan konstitusi negara. Sebagian masih ada yang menganggap AD/ART partai lebih tinggi dari UU negara. Mereka menolak UU diberlakukan dalam partai.

Saya anggap ini semacam keluguan generasi pertama Kader PKS yang ingin diubah oleh generasi berikutnya. Keinginan inilah yang melahirkan ketegangan. Ketegangan yang bermula di wilayah pemikiran lalu berakhir di wilayah struktur. Terjadilah perpecahan.

Sungguh kasus Sosok Nurmahmudi ini hanya puncak gunung es. Ini adalah presiden PKS ke-2 yang jadi tersangka. Semoga tidak sampai ke penjara seperti yg lainnya. Saya sedih melihat banyak kader senior yang sudah jadi tersangka lebih banyak akibat kepolosan.

Sementara itu, Pimpinan PKS yang ada sekarang tidak mampu membangun solidaritas dan soliditas Kader PKS sehingga muncul perasaan bahwa dalam kadar moral umum sekarang tidak ada lagi yang istimewa. APa yang dialami partai lain termasuk korupsi juga dialami PKS.

Bayangkanlah kalau 2 dari 6 Presiden PKS tersangka korupsi bagaimana kita menjelaskan kepada publik? Bagaimana meletakkan perjuangan moral kita? Semua diam, dan di PKS mudah, cukup mengatakan, “Qiyadah minta masalah ini jangan dibahas”, akhirnya semua diam.

Kultur inilah yang secara kolektif membuat Partai ini tidak punya kemampuan lagi untuk melawan. Dan Pimpinan PKS yang sekarang sepertinya juga mengambil kebijakan “lebih baik diam”, dengan harapan publik akan segera melupakan. Sungguh sebuah tragedi.

Itulah sumber pesimisme saya akan masa depan partai ini. Kasus Sosok Nurmahmudi yang dituduh korupsi ini adalah ujian akhir. Apabila gagal maka PKS bisa terjerembab masuk lubang yg dalam. Polling demi Polling menunjukkan hal yg demikian.

Dulu, 30 Januari 2013 ketika Presiden PKS LHI dijemput KPK jam 11 malam di kantor DPP PKS, semua juga tertegun sejenak. Tetapi ada pertanyaan lanjutan, “kita diam atau melawan?”. Dan kita memilih melawan. Kebanggaan kader tumbuh kembali. Ada energi.

Dengan energi itulah Pimpinan PKS menyusun kekuatan untuk keluar dari ujian. Waktu itu partai hilang dari lembaga survey. Tapi ALHAMDULILLAH, akhirnya pemilu 2014 PKS justru mengalami peningkatan jumlah suara meski ada pengurangan jumlah kursi.

Partai, apabila akan bertahan ada nafasnya dan ada energinya. Sebaliknya, apabila akan mati ia nampak tidak melawan dan nampak pasrah dengan kenyataan.

Semoga Pimpinan PKS dan Kader PKS segera bangun. Itu yg kita inginkan. Semoga.

Twitter @Fahrihamzah 30/8/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top