Fahrihamzah.com, Mataram. Lima orang terluka dalam bentrok antara aparat keamanan dengan mahasiswa dan masyarakat, Jum’at 15/7. Mahasiswa yang tergabung dalam HMI MPO menggelar aksi bersama masyarakat yang menamakan diri Paguyuban Masyarakat Sumbawa. Massa menuntut agar Gubernur NTB segera mengeluarkan SK tentang Pemekaran Provinsi. Hal tersebut sangat dibutuhkan agar Provinsi Pulau Sumbawa bisa segera terbentuk.
Dalam orasi-orasinya, massa menyatakan kecewa dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi MA, yang hingga saat ini belum mengeluarkan SK diatas. Dari keseluruhan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan RUU tentang pembentukan Propinsi Pulau Sumbawa, hanya SK gubernur yang belum ada. Hal tersebut menyebabkan pembahasan RUU tersebut belum dapat dibahas di DPR-RI. “Meskipun tim dari KPPS (Komite pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa-red) telah berusaha melakukan loby-loby ke Jakarta, tapi SK tersebut tidak segera diterbitkan, maka pembahasan di DPR-RI tidak dapat segera diajukan”, kata salah seorang orator yang tidak bersedia disebutkan namanya.
“Jadi kami mendesak agar Tuan Guru Bajang (Gubernur NTB) segera mengeluarkan SK tersebut. Kami ingatkan bahwa hal ini adalah salah satu janji politik beliau saat kampanye. Dan hal ini telah menjadi aspirasi yang bulat dari seluruh masyarakat pulau Sumbawa”, tandasnya.
Pada awalnya aksi yang dimulai pada pukul 09.00 wita ini berlangsung damai. Demonstrasi ini diikuti oleh sekitar 50 orang. Para demonstran meminta agar bisa bertemu langsung dengan Gubernur NTB, namun dihalangi oleh aparat Polisi Pamong Praja yang diperkuat oleh Brimob Polda NTB. Sontak para demonstran menjadi emosi dan terjadilah bentrok. 5 orang dari pihak Demonstran terluka dan segera dilarikan ke RSUP Mataram, yang terletak tepat di sebelah timur kantor Gubernur NTB.
Belum dapat dipastikan pihak mana yang memulai melakukan kekerasan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Humas Polda NTB belum dapat dimintai keterangan. Juga belum diperoleh informasi apakah ada pengunjuk rasa yang ditangkap oleh pihak aparat. Aksi berakhir pada pukul 11.30 wita. (ES)

Comments
There are no comments