KULTWIT
You are here: Home » Artikel » ANTARA CINTA DAN BENCI

ANTARA CINTA DAN BENCI

ANTARA CINTA DAN BENCI

Kebencian pada seseorang hanya akan melukai 1 orang tapi kebencian pada SARA akan melukai banyak orang…kebencian tidak saja kata tapi perbuatan, maka kita sudah melahirkan UU Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, No. 40/2008

Kita punya keterbatasan memahami antara pikiran dan perasaan… Sebagaimana CINTA, BENCI itu bukan pikiran tapi perasaan. Maka kalau punya perasaan kepada orang lain jangan sampaikan di ruang publik, di media sosial. Sebelum UU ITE dihapus, perasaan adalah objek pidana!

Di satu sisi, teknologi makin membuka ruang privat kita ke ruang publik. Bahkan jika melihat trend, publik semakin menikmati ruang privat ketimbang ruang publik sendiri. Akibatnya “klik” membanjiri “rasa” tinimbang “logika”. Negara sekarang habis energinya mengurus privasi.

Memang, negaralah yang harus menciptakan iklim yg baik bagi kesadaran bersama. Netizen sebaiknya ada kesadaran untuk menghindari wilayah konflik, lalu citizen perlu mengurangi menyeret negara dgn saling lapor dan negara sekali lagi harus bertindak lebih adil dan profesional.

Karena bangsa (citizen dan netizen ) harus mengambil keuntungan yang sebesarnya dari kebebasan dan demokrasi yang ada. Secara kasat mata kita mensyukuri publik bertambah makmur, cerdas, dan maju dalam segala hal seperti yang nampak kasat mata. Ini luar biasa!

Stasiun TV yang selama ini didominasi oleh orang kaya ini mulai kalah dengan munculnya channel-channel Youtube dan media, podcast, dan berbagai bentuk lainnya yang mendatangkan penghasilan yang begitu banyak kepada usaha kecil dan banyak orang yang mengalahkan dominasi pemodal besar.

Maka sekali lagi, perlu ada kesadaran kita untuk menjaga suasana agar perkembangan teknologi dan iklim demokrasi yg telah kita perjuangkan tetap memberikan manfaat positif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita harus peka dengan yang belum beruntung dalam situasi seperti sekarang.

Rasanya sih, keadaan ini akan mendewasakan bangsa kita dan tetap membuat segala keberagaman yang mendatangkan decak kagum seluruh dunia akan membuat dan tetap membuat Indonesia menjadi pusat bagi kedewasaan berbangsa dan bernegara. Ini harapan yang tetap harus kita jaga.!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top